Kinofest 2025
Festival Film

KinoFest 2025 © Goethe-Institut Indonesia / Anschlaege.de

Menyajikan peta sinematik mengenai konsep keluarga yang beragam dan terus berkembang.

Pemutaran Film

Sebuah pengalaman sinematik yang tak terlupakan menanti Anda. Bergabunglah dalam screening film spesial yang menghadirkan cerita penuh emosi, visual memukau, dan momen yang akan terus membekas. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan film ini di layar lebar bersama para pecinta film lainnya.

KinoFest © Goethe-Institut Indonesia / Inge Dhewanti © Goethe-Institut Indonesia / Inge Dhewanti

Teks kuratorial

Dari Lisabona Rahman

Festival Bumper Trailer

Sebagai bagian dari KinoFest 2025 yang turut dikuratori oleh Lisabona Rahman dan berfokus pada gagasan seputar keluarga, Lazuardi bermain dengan nilai kohesif dari keluarga sebagai gagasan utama. Sebuah kopitiam yang merangkap sebagai toko kelontong dipilih sebagai latar. Usaha mandiri milik keluarga seperti ini adalah pemandangan umum di Asia Tenggara.

Kehadiran visual para individu ditampilkan secara soliter, sementara gagasan kolektifnya divisualisasikan sebagai sebuah nostalgia dalam bentuk foto keluarga. Pendekatan ini memperlihatkan pergeseran nilai keluarga, di mana generasi muda berusaha mendefinisikan jalannya sendiri. Kopitiam juga merupakan ruang ambang; tempat kepemilikan privat keluarga secara parsial dibagikan kepada publik. Di sinilah gagasan keluarga sebagai unit sosial dapat berkembang secara vernakular menjadi sebuah komunitas.

Rizki Lazuardi
secara ekstensif bekerja dengan medium gambar bergerak untuk mendedah informasi yang terinstitusionalisasi. Instalasi film dan expanded cinema-nya kerap mengeksplorasi materialitas serta kepemilikan institusional atas citra. Selain praktik studionya, Lazuardi juga aktif sebagai pemrogram film independen. Karya dan programnya pernah menjadi bagian dari berbagai festival, museum, dan ruang independen, antara lain Image Forum Tokyo, Berlinale, WORM Rotterdam, Klubvizija Zagreb, dan Jakarta Biennale. Lazuardi adalah anggota kolektif laboratorium film Lab Laba Laba. Ia menempuh pendidikan film dan media berasakan waktu di HFBK, University of Fine Arts Hamburg. Saat ini, ia tinggal dan berkarya di Indonesia.

Narahubung

Mitra media

  • Tempo Media
  • Logo Manual Jakarta
  • Logo Jakarta Cinema Club
  • The Page

Ikuti kami